Food,  Thoughts

Kembang Telang: Kembang Saru yang Sedang Naik Daun

Pertengahan Maret laluΒ saya menghadiri sebuah diskusi menarik tentang pangan lokal yang diadakan oleh Komunitas Jejaring Pangan Lokal bekerja sama dengan Letusee di Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Beberapa tahun belakangan ini, komunitas – komunitas penggiat pangan lokal dan pangan sehat memang mulai berkembang di Yogya.

Berbicara tentang pangan selalu menarik dan seolah tiada habisnya. Jika dirunut lebih jauh maka pangan tidak melulu bicara tentang membuat perut kenyang dan senang (happy tummy?) tetapi juga tentang identitas suatu masyarakat, yang kemudian akan mengarah pada situasi ekonomi, sosial dan politik. Kompleks. Pernahkah terbersit di pikiran, bahwa tahu dan tempe yang selalu dijunjung sebagai penganan murah dan sehat itu nyatanya kebanyakan tidak dibuat dari kedelai lokal, melainkan keledai GMO impor asal Amerika Serikat. Atau fakta bahwa mie goreng dan berbagai gorengan yang kita makan hampir setiap hari itu juga menggunakan tepung terigu impor. It is factual yet funny, isn’t it?read more

Berangkat dari fakta- fakta menarik yang mungkin sebagian dari kita masih belum ngeh, saya jadi tertarik untuk mendedikasikan satu post khusus yang berkaitan dengan pangan setiap minggunya. (semoga bukan cuma wacana. Lol)

—————————————————-

Postingan pertama tentang Kembang Telang atau Bunga Telang. Nah, saat diskusi di PSH Sadhar tadi, teman saya Plapti memesan sebuah minuman yang katanya bernama teh bunga telang. Minuman mejik, katanya. Segelas minuman yang awalnya berwarna biru tadi kemudian dikucuri perasan jeruk nipis, dan voila warna jadi ungu! Videonya bisa cek di sini.

Beberapa hari kemudian, saya sedang chatting dengan Anjar, teman kuliah saya yang saat ini sedang mengambil studi Master di Universiti Putra Malaysia. Kebetulan, kami dulu juga pernah melakukan penelitian tentang pewarna alami dari daun jati. Anjar mengirim foto saat ia sedang melakukan kunjungan ke SD setempat untuk memberikan edukasi tentang ilmu pangan dan keamanan pangan. Eh, kok sepertinya saya kenal ya dengan bunga berwarna ungu yang sedang dipegang Anjar. Ternyata Anjar memang sedang memberikan penjelasan tentang bunga telang, katanya buat sulapan. Lol.

Anjar, anak- anak SD, dan sulapan pakai bunga telang.
Anjar, anak- anak SD, dan sulapan pakai bunga telang.. photo by: Abdul Hadi

Bunga telang yang berasal dari suku kacang- kacangan (Fabaceace) ini juga biasa disebut butterfly peas karena bentuknya mirip kupu-kupu. Sedangkan seingat saya, saat kecil dulu disebutnya bunga saru (porno) karena bentuknya yang katanya seperti kemaluan wanita, tak heran namanya dalam bahasa Latin saja Clitoria ternatea. Sebagai tanaman tropis yang mudah tumbuh di media lembab, tak heran jika ia banyak ditemui merambat di pekarangan rumah atau didekat sawah.

Bunga telang ini dalam beberapa waktu terakhir sepertinya memang sedang naik daun. Bunga telang kering mulai banyak dijual untuk diseduh menjadi teh. Selain warnanya yang cerah dan menggoda, rasanya pun makin segar jika ditambahkan dengan perasan jeruk nipis.

Sedangkan, di negara bagian Kelantan, Malaysia, bunga telang telah lama digunakan sebagai pewarna alami untuk nasi kerabu, sehingga makanan khas Melayu ini semakin menggoda dengan warna birunya. Pigmen antosianin yang membuatnya berwarna biru memang dapat digunakan sebagai pewarna alami makanan.

Teh Bunga Telang produksi Martani
Teh Bunga Telang produksi Martani.co
kelantan-nasi-kerabu
Nasi Kerabu khas Kelantan. Gambar dari sini

Selain digunakan sebagai pewarna makanan, bunga telang juga ternyata biasa digunakan untuk merambang mata. Bunga telang yang dicampur air digunakan untuk merendam mata, khasiatnya mirip obat penyejuk mata. Sedangkan, di Thailand ada produk sampo berbahan bunga telang yang diklaim dapat menghitamkan rambut dan menyuburkan kulit kepala.

Bunga telang ada yang berkelopak satu dan lima. Di Jogja sendiri, sepertinya hanya ada yang berkelopak satu saja. Sedangkan di Malaysia sana, bunga kelopak lima cukup mudah ditemui. Menurut Anjar, pigmen ungu di bunga kelopak lima ini lebih kuat. Warna seduhan airnya pun akan berbeda sesuai tingkat keasaman airnya, bisa jadi biru, ungu, merah, keabu-abuan, bahkan hijau.

Kembang Telang
Kembang Telang. Photo by Anjar
Bunga Telang Kelopak 1 dan 5. Photo by Anjar
Bunga Telang Kelopak 1 dan 5. Photo by Anjar
Bunga Telang panenan Anjar di belakang Lab kampusnya. Photo by Anjar
Bunga Telang panenan Anjar di belakang Lab kampusnya. Photo by Anjar

Jadi, selain rosela, chamomile, atau crysanthemum, bunga telang bisa menambah khasanah teh dari bunga- bungaan ya. Yuk, kapan nge-high tea bunga telang πŸ™‚

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *